Pelangi di balik bukit
Hari itu ketika
hujan turun deras membasahi seluruh permukaan bumi. Terlihat seorang gadis
menari- nari di tengah derasanya hujan, rona bahagia jelas terlihat di balik
wajahnya yang mungil. Lani begitu biasa ia di panggil. ia sangat menyukai hujan
karena saat ia berada di tengah-tengah hujan ia selalu merasa berada pada masa
terbahagia dalam hidupnya .
****
“Lani....!
tunggu aku” . teriakan rey hampir tak terdengar teredam oleh derasnya hujan. “
rey sini liat dech ada kupu-kupu “ rey
pun mendekat ke arah Lani yang tengah sibuk memusatkan perhatiannya pada kupu-
kupu yang tak mampu terbang lagi karena sayapnya tela bansah kuyup oleh hujan.”
Lani kita kebalik bukit itu yuk”.” ngapain?”” kamu akan tau setelah hujan reda”.
mereka pun berlari di tengah hujan mendaki bukit kecil yang tak jauh dari
tempat tinggal mereka.
Mereka duduk berdampingan menunggu hujan reda, sesekali
mereka bermain saling memercikan air hujan ke tubuh ,Mereka seolah tenggelelam
dalam canda tawa di temani hujan yang mulai reda berganti cahaya mentari yang
mulai menghangat. “ hujan sudah reda” teriak rey “ sekarang tutup mata kamu!” “
kenapa mesti nutup mata segala”. “ udah deh nurut aja”. “ ya, udah”. perlahan
Rey memutar tubuh Lani menuju satu arah yang ingin ia tunjukan “ buka mata kamu
sekarang” .” waaahh pelangi terlihat sangat indah dari sini”. Lani tersenyum
tak henti mengagumi keindahan pelangi dari atas bukit. Perlahan tangan Rey
menyentuh jemari Lani menggenggamnya erat seolah ia tak ingin melepasnya walau hanya satu
detik. “ Lani , seandainya aku menghilang tanpa kabar apa kamu akan benci aku?”
“ gak lah kita kan sahabat, sampai kapan pun aku akan tetap ingat kamu, walau
pun kamu menghilang berpuluh – puluh tahun, emangnya kamu mau kemana sich?
ucapan mu udah kayak orang mau mati besok aja” “ huss ngaco kamu, aku masih
sehat gini kok di bilang mau mati”.” trus kamu mau kemana?’’.”
gak kemana-mana kok, kebersamaan kita hari ini harus kamu rekam baik- baik”.''tapi aku gak punya kamera rey”.”mangsudnya bukan rekam pake kamera, tapi rekam di ingatan mu. ingat pelangi di balik bukit ini sebagai saksi persahabatan kita” .
gak kemana-mana kok, kebersamaan kita hari ini harus kamu rekam baik- baik”.''tapi aku gak punya kamera rey”.”mangsudnya bukan rekam pake kamera, tapi rekam di ingatan mu. ingat pelangi di balik bukit ini sebagai saksi persahabatan kita” .
****
Ingatan akan masa lalu yang begitu
indah bersama rey muncul lagi di pikiran Lani hingga saat ini ia belum tau
pasti kemana Rey menghilang, ia sangat merindukan kebersamaan mereka, menari
bersama di tengah hujan. 10 tahun berlalu sejak mereka berpisah, Lani tak
kunjung mendapat kabar dari Ray namun ia yakin suatu saat Rey akan menemuinya.
Perlahan Lani melangkah menyusuri
kebun teh yang terbentang luas. namun naas iya trpeleset jatuh ke jurang,
untunglah jurang itu tidak dalam sehingga tidak mengancam keselamatanya, sambil
merintih ia berusaha bangkit, tak terlihat seorang pun yang melintas karena
hari sudah mulai gelap. Kakinya tersangkut oleh sehelai kain, apakah itu baju
seseorang? penasaran dengan apa yang sesungguhnya ada di balik semak belukar yang menghalangi
langkahnya . Lani mendekat perlahan mulai
terhat jelas yang ada di balik semak belukar, sesosok tubuh tergeletak dengan
luka bekas sayatan di leher dan nadinya. Saking syoknya Lani berteriak dan
berlari sekuat tenaga menuju desa meminta batuan pada warga yang masih
beraktifitas di luar rumah. Tak butuh waktu lama hanya dalam hitungan menit TKP sudah di penuhi kerumunan orang, namun tak ada satupun dari mereka yang
berani menyentuh sosok yang telah tak bernyawa tersebut. Hingga akhirnya
petugas polisi datang mengamankan mayat tersebut. Perhatian Lani teralih ketika
seorang pemuda lewat di depanya ia tak jelas melihat wajah pemuda yang
merupakan salah satu personil yang ikut mengamankan TKP.
Lani menjadi saksi utama dalam kasus
ini kasus pembunuhan misterius, belum jelas motif di balik pembunuhan ini.Identitas
korban mulai terungkap, ada seorang warga yang mengenali korban, ternyata
korban adalah seorang anak sebatang kara yang hanya tinggal dengan kakak
tirinnya. Dari hasil otopsi di temukan sidik jari pelaku dan sidik jari korban.
korban di bunuh menggunakan senjata tajam hal itu terlihat dari bekas sayatan
pada mayat korban. kuat dugaan korban di bunuh oleh kakak tirinya namun polisi
belum bisa menahan kakak korban karena belum ada bukti kuat.Penyelidikan
berlanjut kali ini rumah korban menjadi sasarannya, dari hasil pengeledahan
ditemukan barang bukti berupa baju kakak korban yang terkena percikan darah dari
hasil penyelidikan tim porensik noda darah yang terdapat pada baju kakak korban
adalah darah korban.Namun hingga saat ini belum di ketahui
keberadaan kakak korban. pencarian terus di lakukan namun seminggu berlalu
tetap tidak ada hasil.
Sosok yang di lihat Lani di TKP muncul
lagi masih dengan masker tertempel menutupi hidung dan mulutnya. ia menghampiri
Lani dan berterimakasih karena telah ikut dalam penyelidikan kasus, yah
walaupun belum selesai karena tersangka masih buron. pencarian pelaku masih
terus di lakukan hingga ke pelosok- pelosok desa, kecerdikan si pelaku dalam
bersembunyi berhasil mengelabui polisi hingga menyulitkan proses penangkapan.
hingga pada akhirnya di lakukan penelusuran ulang di rumah korban, tak sengaja
salah seorang personil polisi membuka pintu rahasia di balik lemari besar di
kamar korban. ternayata kakak korban bersembunyi di dalamnya, ia tidak mencoba
kabur saat akan di tangkap. Belakangan diketahui motif di balik pembunuhan ini
karena kemarahan sang tersangka kepada korban yang tidak menuruti permintaanya
untuk membelikan makanan.
Setelah kejadian itu Lani mendapatkan sepucuk surat tanpa nama yang memintanya datang ke bukit kecil tempat ia dan Rey
terakhir bertemu. Perasaan bahagia mulai selimuti hati Lani “mungkinkah itu
Rey?”.saking gembiranya ia berlari menuju bukit rasa lelah ia abaikan sesampai
di sana sosok pria tengah berdiri mebelakanginya, perlahan pria itu berbalik ternyata
dia adalah polisi bermasker yang sempat di temui Lani saat di TKP. ia mulai
mendekat “ Lani, kamu masih inget aku?”perlahan ia membuka masker yang dari tadi
menutup mulut serta hidungnya. Alangkah bahagianya Lani melihat wajah di balik
masker itu. “Rey...”, Lani berlari kepelukan Rey. “kamu ingat hari ini tepat
sepuluh tahun lalu kita disini melihat pelangi setelah hujan”, “ kamu kemana
aja sih selama ini gak ada kabar tiba-tiba ngilang gitu aja?” “aku mencari
seragam yang aku kenakan sekarang ,aku seneng kamu masih bisa nginget aku dan
aku berharap aku belum terlambat untuk mengisi hati kamu bukan hanya sebagai
sahabat” .” mangsud kamu apa?” “ Lani Aku Suka sama kamu, setelah sepuluh tahun
berlalu aku baru menyadari rasa suka ke kamu bukan hanya sekedar sebagai
sahabat, tapi lebih, kamu mau jadi pacar aku?” “ hmm gimana yah ?” “Lani”. “
lihat pelangi itu apa yang kamu lihat?” .” ya tentu aja berwarna warni dan
indah “.” begitu juga hatiku sejak hadirnya kamu, hidup ku kayak
pelagi indah penuh warna” “ jadi jawabannya?”.” ya kamu artiin sendiri lah” . mereka
terhanyut dalam kegembiraan cinta. Cinta yang tak pernah pudar di makan waktu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar