Selasa, 26 Januari 2016

Cerpen

Pelangi di balik bukit
           
            Hari itu ketika hujan turun deras membasahi seluruh permukaan bumi. Terlihat seorang gadis menari- nari di tengah derasanya hujan, rona bahagia jelas terlihat di balik wajahnya yang mungil. Lani begitu biasa ia di panggil. ia sangat menyukai hujan karena saat ia berada di tengah-tengah hujan ia selalu merasa berada pada masa terbahagia dalam hidupnya .
****
                “Lani....! tunggu aku” . teriakan rey hampir tak terdengar teredam oleh derasnya hujan. “ rey sini liat dech  ada kupu-kupu “ rey pun mendekat ke arah Lani yang tengah sibuk memusatkan perhatiannya pada kupu- kupu yang tak mampu terbang lagi karena sayapnya tela bansah kuyup oleh hujan.” Lani kita kebalik bukit itu yuk”.” ngapain?”” kamu akan tau setelah hujan reda”. mereka pun berlari di tengah hujan mendaki bukit kecil yang tak jauh dari tempat tinggal mereka.
            Mereka duduk berdampingan menunggu hujan reda, sesekali mereka bermain saling memercikan air hujan ke tubuh ,Mereka seolah tenggelelam dalam canda tawa di temani hujan yang mulai reda berganti cahaya mentari yang mulai menghangat. “ hujan sudah reda” teriak rey “ sekarang tutup mata kamu!” “ kenapa mesti nutup mata segala”. “ udah deh nurut aja”. “ ya, udah”. perlahan Rey memutar tubuh Lani menuju satu arah yang ingin ia tunjukan “ buka mata kamu sekarang” .” waaahh pelangi terlihat sangat indah dari sini”. Lani tersenyum tak henti mengagumi keindahan pelangi dari atas bukit. Perlahan tangan Rey menyentuh jemari Lani menggenggamnya erat seolah  ia tak ingin melepasnya walau hanya satu detik. “ Lani , seandainya aku menghilang tanpa kabar apa kamu akan benci aku?” “ gak lah kita kan sahabat, sampai kapan pun aku akan tetap ingat kamu, walau pun kamu menghilang berpuluh – puluh tahun, emangnya kamu mau kemana sich? ucapan mu udah kayak orang mau mati besok aja” “ huss ngaco kamu, aku masih sehat gini kok di bilang mau mati”.” trus kamu mau kemana?’’.”
gak kemana-mana kok, kebersamaan kita hari ini harus kamu rekam baik- baik”.''tapi aku gak punya kamera rey”.”mangsudnya bukan rekam pake kamera, tapi rekam di ingatan mu. ingat pelangi di balik bukit ini sebagai saksi persahabatan kita” .
****
          Ingatan akan masa lalu yang begitu indah bersama rey muncul lagi di pikiran Lani hingga saat ini ia belum tau pasti kemana Rey menghilang, ia sangat merindukan kebersamaan mereka, menari bersama di tengah hujan. 10 tahun berlalu sejak mereka berpisah, Lani tak kunjung mendapat kabar dari Ray namun ia yakin suatu saat Rey akan menemuinya.
          Perlahan Lani melangkah menyusuri kebun teh yang terbentang luas. namun naas iya trpeleset jatuh ke jurang, untunglah jurang itu tidak dalam sehingga tidak mengancam keselamatanya, sambil merintih ia berusaha bangkit, tak terlihat seorang pun yang melintas karena hari sudah mulai gelap. Kakinya tersangkut oleh sehelai kain, apakah itu baju seseorang? penasaran dengan apa yang sesungguhnya  ada di balik semak belukar yang menghalangi langkahnya . Lani mendekat perlahan mulai terhat jelas yang ada di balik semak belukar, sesosok tubuh tergeletak dengan luka bekas sayatan di leher dan nadinya. Saking syoknya Lani berteriak dan berlari sekuat tenaga menuju desa meminta batuan pada warga yang masih beraktifitas di luar rumah. Tak butuh waktu lama hanya dalam hitungan menit  TKP sudah di penuhi kerumunan orang, namun tak ada satupun dari mereka yang berani menyentuh sosok yang telah tak bernyawa tersebut. Hingga akhirnya petugas polisi datang mengamankan mayat tersebut. Perhatian Lani teralih ketika seorang pemuda lewat di depanya ia tak jelas melihat wajah pemuda yang merupakan salah satu personil yang ikut mengamankan TKP.
          Lani menjadi saksi utama dalam kasus ini kasus pembunuhan misterius, belum jelas motif di balik pembunuhan ini.Identitas korban mulai terungkap, ada seorang warga yang mengenali korban, ternyata korban adalah seorang anak sebatang kara yang hanya tinggal dengan kakak tirinnya. Dari hasil otopsi di temukan sidik jari pelaku dan sidik jari korban. korban di bunuh menggunakan senjata tajam hal itu terlihat dari bekas sayatan pada mayat korban. kuat dugaan korban di bunuh oleh kakak tirinya namun polisi belum bisa menahan kakak korban karena belum ada bukti kuat.Penyelidikan berlanjut kali ini rumah korban menjadi sasarannya, dari hasil pengeledahan ditemukan barang bukti berupa baju kakak korban yang terkena percikan darah dari hasil penyelidikan tim porensik noda darah yang terdapat pada baju kakak korban adalah darah korban.Namun hingga saat ini belum di ketahui keberadaan kakak korban. pencarian terus di lakukan namun seminggu berlalu tetap tidak ada hasil.
          Sosok yang di lihat Lani di TKP muncul lagi masih dengan masker tertempel menutupi hidung dan mulutnya. ia menghampiri Lani dan berterimakasih karena telah ikut dalam penyelidikan kasus, yah walaupun belum selesai karena tersangka masih buron. pencarian pelaku masih terus di lakukan hingga ke pelosok- pelosok desa, kecerdikan si pelaku dalam bersembunyi berhasil mengelabui polisi hingga menyulitkan proses penangkapan. hingga pada akhirnya di lakukan penelusuran ulang di rumah korban, tak sengaja salah seorang personil polisi membuka pintu rahasia di balik lemari besar di kamar korban. ternayata kakak korban bersembunyi di dalamnya, ia tidak mencoba kabur saat akan di tangkap. Belakangan diketahui motif di balik pembunuhan ini karena kemarahan sang tersangka kepada korban yang tidak menuruti permintaanya untuk membelikan makanan.

          Setelah kejadian itu Lani mendapatkan sepucuk  surat tanpa nama yang memintanya datang ke bukit kecil tempat ia dan Rey terakhir bertemu. Perasaan bahagia mulai selimuti hati Lani “mungkinkah itu Rey?”.saking gembiranya ia berlari menuju bukit rasa lelah ia abaikan sesampai di sana sosok pria tengah berdiri mebelakanginya, perlahan pria itu berbalik ternyata dia adalah polisi bermasker yang sempat di temui Lani saat di TKP. ia mulai mendekat “ Lani, kamu masih inget aku?”perlahan  ia membuka masker yang dari tadi menutup mulut serta hidungnya. Alangkah bahagianya Lani melihat wajah di balik masker itu. “Rey...”, Lani berlari kepelukan Rey. “kamu ingat hari ini tepat sepuluh tahun lalu kita disini melihat pelangi setelah hujan”, “ kamu kemana aja sih selama ini gak ada kabar tiba-tiba ngilang gitu aja?” “aku mencari seragam yang aku kenakan sekarang ,aku seneng kamu masih bisa nginget aku dan aku berharap aku belum terlambat untuk mengisi hati kamu bukan hanya sebagai sahabat” .” mangsud kamu apa?” “ Lani Aku Suka sama kamu, setelah sepuluh tahun berlalu aku baru menyadari rasa suka ke kamu bukan hanya sekedar sebagai sahabat, tapi lebih, kamu mau jadi pacar aku?” “ hmm gimana yah ?” “Lani”. “ lihat pelangi itu apa yang kamu lihat?” .” ya tentu aja berwarna warni dan indah “.” begitu juga hatiku sejak hadirnya kamu, hidup ku kayak pelagi indah penuh warna” “ jadi jawabannya?”.” ya kamu artiin sendiri lah” . mereka terhanyut dalam kegembiraan cinta. Cinta yang tak pernah pudar di makan waktu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar