Bali memang terkenal dengan budaya dan tradisinya yang sangat kental terutama di daerah pedesaan. salah satu desa di Bali yang masih memegang teguh tradisi leluhur yaitu Desa Bugbug yang terletak di kecamatan dan kabupaten karangasem. Desa Bugbug memang dikenal dengan banyaknya tardisi - tradisi unik warisan leluhur salah satunya Tradisi Manda yang merupakan rangkaian dari prosesi nyepi adat. bila pada umumnya masayarak Bali hanya merayakan Nyepi Satu tahun sekali berbeda halnya dengan Desa Bugbug yang merayakan nyepi 2 kali dalam setahun.
Tradisi Manda dilaksanakan tepat sehari sebelum nyepi adat( Piodanan Sang Hyang Raja Purana) yaitu pada hari kesanga. Pagi hari dilakukan sembahyang keliling bagi keluarga tertentu yang ngesanga dan sorenya di laksanakan tradisi Manda. Mungkin banyak yang bertanya apa sih tradisi manda itu? biar gak penasaran langsung aja deh ke topiknya
Tradisi Manda jatuh pada Umanis wara sungsang tepat sehari sebelum nyepi adat yang di ikuti oleh Daha & Truna baik Daha & Truna desa maupun banjar.apa bedanya Daha & Truna desa dan banjar?, bedanya yaitu Daha & Truna Desa adalah putra & putri dari keluarga yang memiliki carik( sawah) Madesa sedangkan Daha & Truna banjar yaitu putra & putri dari keluarga yang tinggal serta berbanjar di Desa bugbug. Pakaian yang di kenakan untuk Truna mengenakan kamben serta saput sampai dada, membawa kris serta
sasurakan ( terbuat dari daun pohon enau yang diisi janur yang di ukir) . Sedangkan Pakaian yang di kenakan oleh Daha yaitu mengenakan kamben, serta anteng dan untuk riasan kepala menggunakan gonjer perlengkapan lain yang harus di bawa oleh Daha adalah cepetik. Ada sedikit perbedaan riasan kepala untuk Daha desa. daha desa tidak menggunakan payas gonjer namun mengunakan payas agung atau payas rejang.
Tradisi Manda jatuh pada Umanis wara sungsang tepat sehari sebelum nyepi adat yang di ikuti oleh Daha & Truna baik Daha & Truna desa maupun banjar.apa bedanya Daha & Truna desa dan banjar?, bedanya yaitu Daha & Truna Desa adalah putra & putri dari keluarga yang memiliki carik( sawah) Madesa sedangkan Daha & Truna banjar yaitu putra & putri dari keluarga yang tinggal serta berbanjar di Desa bugbug. Pakaian yang di kenakan untuk Truna mengenakan kamben serta saput sampai dada, membawa kris serta
sasurakan ( terbuat dari daun pohon enau yang diisi janur yang di ukir) . Sedangkan Pakaian yang di kenakan oleh Daha yaitu mengenakan kamben, serta anteng dan untuk riasan kepala menggunakan gonjer perlengkapan lain yang harus di bawa oleh Daha adalah cepetik. Ada sedikit perbedaan riasan kepala untuk Daha desa. daha desa tidak menggunakan payas gonjer namun mengunakan payas agung atau payas rejang.