Rabu, 10 Februari 2016

Tradisi Manda dan Nyepi di desa adat Bugbug

Bali memang terkenal dengan budaya dan  tradisinya yang sangat kental terutama di daerah pedesaan. salah satu desa di Bali yang masih memegang teguh tradisi leluhur yaitu Desa Bugbug yang terletak di kecamatan dan kabupaten karangasem. Desa Bugbug memang dikenal dengan banyaknya tardisi - tradisi unik warisan leluhur salah satunya Tradisi Manda yang merupakan rangkaian dari prosesi nyepi adat. bila pada umumnya masayarak Bali hanya merayakan Nyepi Satu tahun sekali berbeda halnya dengan Desa Bugbug yang merayakan nyepi 2 kali dalam setahun.

Tradisi Manda dilaksanakan tepat sehari sebelum nyepi adat( Piodanan Sang Hyang Raja Purana) yaitu pada hari kesanga. Pagi hari dilakukan sembahyang keliling bagi keluarga tertentu yang ngesanga dan sorenya di laksanakan tradisi Manda. Mungkin banyak yang bertanya apa sih tradisi manda itu? biar gak penasaran langsung aja deh ke topiknya

Tradisi Manda jatuh pada Umanis wara sungsang tepat sehari sebelum nyepi adat yang di ikuti oleh Daha & Truna baik Daha & Truna desa maupun banjar.apa bedanya Daha & Truna desa dan banjar?, bedanya yaitu Daha & Truna Desa adalah putra & putri dari keluarga yang memiliki carik( sawah) Madesa sedangkan Daha & Truna banjar yaitu putra & putri dari keluarga yang tinggal serta berbanjar di Desa bugbug. Pakaian yang di kenakan untuk Truna mengenakan kamben serta saput sampai dada, membawa kris serta
sasurakan ( terbuat dari daun  pohon enau yang diisi janur yang di ukir) . Sedangkan Pakaian yang di kenakan oleh Daha  yaitu mengenakan kamben, serta anteng dan untuk riasan kepala menggunakan  gonjer perlengkapan lain yang harus di bawa oleh Daha adalah cepetik. Ada sedikit perbedaan riasan kepala untuk Daha desa. daha desa tidak menggunakan payas gonjer namun mengunakan payas agung atau payas rejang.



Upacara di mulai pada sore hari sekirar pukul 18.00 Wita. Daha & Truna berbaris dan berjalan mengelilingi jalan telaga ngembeng, berawal dari pura Puseh desa adat bugbug menuju ke selatan melewati pura Bale Agung, keselatan lagi hingga sampai di depan banjar segaa kemudian berbalik ke utara selanjutnya mengelilingi pura Bale Agung sebanyak 3 kali dan yang terakhir melakukan persembahyangan bersama di Pura Bale Agung. Setelah persembahyangan usai selanjutnya Daha & Truna kembali menuju banjar masing - masing untuk megibung namun bukan megibung nasi dan lawar seperti megibung pada umumnya namun megibung jaja kukus yang berbahan dasar ketan.


Keesokan harinya dilaksanakan nyepi, nyepi di Desa adat bugbug pelaksanaanya tidak jauh bebeda  dari nyepi yang biasa di laksanakan seluruh umat Hindu di Indonesia.Dalam perayaan Nyepi di desa Bugbug juga melaksanakan Catur brata penyepian ( amati geni,amati karya,amati lelanguan,amati leluungan). Nyepi di desa adat bugbug hanya di lakukan kurang lebih 12 jam dimulai pada pukul 06.30 Wita sampai dengan 19.00 Wita . Tengah hari pada pukul 12.00 Wita sampai  02.00 Wita dilaksanakan persembahyangan di pura Bale Agung Oleh seluruh Warga bugbug setelah jam 2 siang nyepi kembali dilaksanakan hingga kulkul berbunyi sebagai tanda ngembak nyepi ( nyepi berakhir).


Berikut beberapa potret pelaksanaan Manda dan Nyepi di desa adat Bugbug








Tidak ada komentar:

Posting Komentar